Apakabar kereta yang terkapar di senin pagiDi gerbongmu ratusan orang yang matiHancurkan mimpi bawa kisahAir mata air mataBelum usai peluit belum habis putaran rodaAku dengar jerit dari BintaroSatu lagi catatan sejarahAir mata air mataBerdarahkan tuan yang duduk di belakang mejaAtau cukup hanya ucapkan belasungkawa aku bosanLalu terangkat semua beban dipundakSemudah itukah luka-luka terobatiNusantara tangismu terdengar lagiNusantara derita bila terhentiBilakah bilakahSembilan belas oktober tanah Jakarta berwarna merahMeninggalkan tanya yang tak terjawabBangkai kereta lemparkan amarahAir mata air mataO o o o o o o o oNusantara langitmu saksi kelabuNusantara terdengar lagi tangismuHo ho hoNusantara kau simpan kisah keretaNusantara kabarkan marah sang dukaSaudaraku pergilah dengan tenangSebab luka sudah tak lagi panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar